Kombinasi Metode Pendukung Keputusan untuk Penempatan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi
Abstract
Ketepatan penempatan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi
(PT) sangat menentukan kelancaran operasional sebuah PT. Kesalahan
yang paling sering dilakukan dimulai dari sistem penyaringan tenaga
kependidikan yang mengabaikan syarat dan kompetensi yang dibutuhkan.
Syarat yang menjadi kriteria penerimaan belum standar dan umumnya
diputuskan belum berdasarkan tujuan organisasi. Metode Simple Additive
Weighting (SAW) dan Rule Based, merupakan metode pengambil
keputusan yang dapat dikombinasikan utuk membantu mengolah data
kriteria penerimaan menjadi keputusan yang berimbang. Penelitian ini
bertujuan untuk memudahkan PT dalam menetapkan kriteria dan
mengolahnya menjadi keputusan. PT dapat menggunakan keputusan
tersebut sebagai rekomendasi untuk menerima dan menempatkan tenaga
kependidikan pada posisi yang tepat sehingga peningkatan layanan dan
operasional dapat memberikan kepuasan bagi segenap sivitas akademika.
Downloads
References
Intelligence techniques: An introduction to their use for
modelling environmental systems,†Math. Comput.
Simul., vol. 78, no. 2–3, pp. 379–400, 2008, doi:
10.1016/j.matcom.2008.01.028.
[2] Ermatita, “Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi
Perpustakaan,†J. Sist. Inf., vol. 8, no. 1, pp. 966–977,
2016.
[3] E. Iswandy, “Sistem Penunjang Keputusan Untuk
Menentukan Dan Santunan Sosial Anak Nagari Dan
Penyaluran Bagi Mahasiswa Dan Pelajar Kurang
Mampu,†J. TEKNOIF, vol. 3, no. 2, pp. 70–79, 2015,
doi: 2338-2724.
[4] B. V. Christioko, H. Indriyawati, and N. Hidayati,
“Fuzzy Multi-Atribute Decision Making (Fuzzy Madm)
Dengan Metode Saw Untuk Pemilihan Mahasiswa
Berprestasi,†J. Transform., vol. 14, no. 2, pp. 82–85,
2017, doi: 10.26623/transformatika.v14i2.441.
[5] H. Wibowo S, R. Amalia, A. Fadlun M, and K. Arivanty,
“Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan
Penerima Beasiswa Bank BRI Menggunakan FMADM
(Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia),†in Seminar Nasional
Aplikasi Teknologi Informasi, 2009, vol. 2009, no. Snati,
pp. 62–67.
[6] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung
Keputusan. 2007.
[7] D. Nofriansyah, Konsep Data Mining vs Sistem
Pendukung Keputusan. Yogyakarta : Deepublish.
Jogjakarta: Deeplusbish, 2015.
[8] F. Frieyadie, “Penerapan Metode Simple Additive
Weight (Saw) Dalam Sistem Pendukung Keputusan
Promosi Kenaikan Jabatan,†J. Pilar Nusa Mandiri, vol.
12, no. 1, pp. 37–45, 2016, doi:
10.33480/pilar.v12i1.257.
[9] F. Sonata, “Implementasi Metode Simple Additive
Weighting (Saw) dengan Proses Fuzzifikasi dalam
Penilaian Kinerja Dosen,†J. Teknol. Inf. dan Komun.,
vol. 5, no. 2, pp. 71–80, 2016.
[10] D. Jollyta, Yunarto, Ridwan, and Johan, “Comparison of
Analytical Hierarchy Process and Simple Additive
Weightingon the Selection of Outstanding Employees
American Journal of Engineering Research ( AJER ),â€
Am. J. Eng. Res., vol. 7, no. 9, pp. 36–45, 2016.
[11] A. Desiani, M. Arhami, Firdaus, and S. I. Maiyanti, “A
rule-based method for living organisms classification,â€
in IOP Conference Series: Materials Science and
Engineering, 2018, vol. 403, no. 1, doi: 10.1088/1757-
899X/403/1/012082.
[12] J. S. Jadhav, K. M. Nalawade, and M. . Bapat, “Rule
Based Expert System Application for Crime against
Women Law in Indian judicial system,†IOSR J.
Humanit. Soc. Sci., vol. 16, n


