Penerapan Metode Case Based Reasoning (CBR) Dalam Sistem Pakar Untuk Menentukan Diagnosa Penyakit Pada Tanaman Hidroponik
Keywords:
Sistem Pakar, Case Based Reasoning, Nearest Neighbor, Diagnosa Penyakit, Tanaman HidroponikAbstract
“Hidroponik merupakan salah satu cara budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.
Teknik hidroponik sudah banyak diterapkan diindonesia namun untuk masyarakat masih
Minimnya pengetahuan yang ingin menanam tanaman sayuran hidroponik tentang bagaimana
mendeteksi penyakit pada tanaman tersebut dan juga terdapat masalah pada dapur hidup
hidroponik dikarenakan Masih bervariasinya informasi yang dihasilkan oleh pegawai dapur
hidup hidroponik tentang solusi dalam penanganan penyakit sayuran hidroponik sehingga
seringnya terjadinya perdebatan antara pegawai dapur hidup hidroponik. Case Based Reasoning
(CBR) adalah proses dalam mengingat suatu kasus pada masa lampau, lalu menggunakannya
kembali dan mengadaptasikan dalam kasus baru. Tahapan-tahapan dalam CBR adalah sebagai
berikut Retrieve, Reuse, Revise, dan Retain. Algoritma nearest neighbor atau k-NN merupakan
sebuah algoritma untuk melakukan klasifikasi pada objek berdasarkan data pembelajaran dan
data yang paling dekat dengan objek tersebut. Bertujuan Membuktikan dengan dibangunnya
sistem pakar dapat memberikan solusi dan pengetahuan bagi masyarakat tentang tanaman
sayuran hidroponik dan Memberikan solusi yang konsisten sehingga dapat memudahkan dalam
proses perawatan dan penanganan penyakit pada tanaman sayuran hidroponik. sehingga dapat
membantu dalam mendiagnosa penyakit tanaman hidroponik. Dengan adanya aplikasi sistem
pakar ini, pemilik tanaman hidroponik dapat memperoleh hasil diagnosa dengan cepat dan akurat
tanpa harus berkonsultasi dengan pegawai dapur hidup hidroponik dan Dapat membantu
keterbatasan pegawai dalam mengetahui penyakit tanaman hidroponik, gejala serta solusi secara
pasti tanpa perlu adanya seorang pakar berada di toko.â€
Downloads
References
Membangun Suatu Aplikasi. Jurnal Saintikom, 10(3), 199–
205.
[2] Giarratano, J. (2005). Expert Systems : Principles and
Programming (Third). Thomson Course Technologi.
[3] Gupita, G., Harijanto, B., & Ariyanto, Y. (2017).
Pengembangan Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Pada
Kucing Dengan Metode Case Based Reasoning Dan
Certainty Factor Berbasis Android. Jurnal Informatika
Polinema, 3(2), 8–13. https://doi.org/10.33795/jip.v3i2.8
[4] Hardianto, R. (2018). Sistem Pakar Penentuan Tipe
Kepribadian Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Metode
Case Based Reasoning. Journal of Information Technology
and Computer Science, 1(2), 240–250.
http://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.do
i.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1
016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ma
tlet.2019.04.024%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.1
27252%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016
[5] Jatmiko, A. D., Junaedi, D., & Imrona, D. M. (2017).
Analisis dan Implementasi Sistem Pakar Dengan Metode
Case Based Reasoning Dan Rule Based Reasoning (Studi
Kasus : Diagnosis Penyakit Demam Berdarah). E-
Proceeding of Engineering, 4(2), 3269–3276.
[6] Jogiyanto, H. M. (2005). Pengenalan Komputer (V). Andi
Offset.
[7] Kusrini. (2008). Aplikasi Sistem Pakar. Andi Offset.
[8] Kusuma, D. A., & Chairani, C. (2014). Rancang Bangun
Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Paru-Paru
Menggunakan Metode Case Based Reasoning. Jurnal
Informatika,Telekomunikasi Dan Elektronika, 6(2), 57–62.
https://doi.org/10.20895/infotel.v6i2.74
[9] Pahlawan, A. R., & Wibisana, S. (2017). Implementasi Case
Based Reasoning Untuk Sistem Diagnosis Hama dan
Penyakit Tanaman Cabe Merah Menggunakan Alogritma
Similaritas Neyman. Prosiding SINTAK, 155–162.
https://doi.org/10.21460/inf.2011.72.101
[10] Pal, S. K., & Shiu, S. C. K. (2004). Foundations of Soft
Case-Based Reasoning. Wiley Interscience.


