Sistem Penunjang Keputusan Rekomendasi Tenaga Kerja Menggunakan Metode Multi Factor Evaluation Process (Studi Kasus: STIKOM Pelita Indonesia)

Penulis

  • Yohanes Yohanes Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia
  • Alyauma Hajjah Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia

Kata Kunci:

STIKOM, SPK, MFEP, Tenaga Kerja

Abstrak

Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Pelita Indonesia berdiri pada tahun 2003, merupakan
lembaga pendidikan formal yang mana STIKOM Pelita Indonesia sendiri menawarkan keahlian
dibidang komputer diantarannya Sistem Informasi (SI) dan Teknik Informatika (TI) untuk jenjang
Strata 1 (S1). Dimana metode pengajaran dilaksanakan melalui perkuliahan umum (general study)
yang meliputi teori tatap muka, diskusi, seminar dan simulasi. Tetapi selama ini belum ada sistem
yang membantu mahasiswa untuk mencari pekerjaan saat lulus ataupun belum, dari pihak Pelita
hanya mendapatkan info dari perusahaan-perusahaan atas membutuhkan tenaga kerja yang
berkuasai Komputer dan dari pihak pelita hanya menyebarkan informasi ini melalui memajangkan
kertas pengumuman di mading.Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan bagian dari sistem
informasi berbasis Komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi. Salah satu metode SPK yang sering digunakan untuk menyelesaikan kasus
multi kriteria adalah Multi Factor Evaluation Process (MFEP). MFEP ini sangat cocok di angkat
untuk sistem penilaian test tenaga kerja berprestasi karena metode ini di menggunakan pendekatan
kolektif dalam perangkingan. Bisa juga di gunakan untuk membangun sistem seleksi tenaga kerja
yang mebangun kerja sama antara kampus dengan perusahaan, dan juga mahasiswa mendapatkan
lebih bnyak pilihan untuk memilih jenis pekerjaan dan berbagai aspek lain.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] R. A. Suherdi, R. Taufiq, A. A. Permana, P. S. Informatika, F. Teknik, and U. M. Tangerang, “Penerapan Metode AHP dalam Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Pangkat Pegawai Di Badan Kepegawaian Dan Pengembagan Sumber Daya Manusia Kota Tangerang,” in SINTAK, 2018, pp. 522–528.
[2] I. Muzakkir, “Penerapan Metode Topsis Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Keluarga Miskin Pada Desa Panca Karsa Ii,” Ilk. J. Ilm., vol. 9, no. 3, p. 274, 2017.
[3] Daihani, S. P. Wahyuni, I. A. Fitri, and D. M. Khairina, “Penerapan Multifactor Evaluation Process (Mfep) Untuk Pemilihan Kontraktor Pada Proyek Semenisasi Jalan (Studi Kasus : Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Kutai Kartanegara),” Pros. Semin. Sains dan Teknol. FMIPA Unmul, pp. 456–460, 2016.
[4] Y. Primadasa and V. Amalia, “Penerapan Metode Multi Factor Evaluation Process untuk Pemilihan Tanaman Pangan di Kabupaten Musi Rawas,” Sisfo, vol. 07, no. 01, pp. 47–58, 2017.
[5] F. Frieyadie, “Penerapan Metode Simple Additive Weight (Saw) Dalam Sistem Pendukung Keputusan Promosi Kenaikan Jabatan,” J. Pilar Nusa Mandiri, vol. 12, no. 1, pp. 37–45, 2016.
[6] D. Oktarina and A. Hajjah, “PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN SEMINAR PROPOSAL DAN,” JOISIE J. Inf. Syst. Informatics Eng., vol. 3, no. 1, pp. 32–40, 2019.
[7] Kusrini, “Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan,” Yogyakarta: Andy Offset, 2007.
[8] I. Afrianty and R. Umbara, “Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Menentukan Kelayakan Calon Penerima Zakat Menerapkan Multi- Factor Evaluation Process (MFEP),” in Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 8, 2016, no. November, pp. 87–94.
[9] B. Render, R. M. Stair, and M. E. Hanna, Quantitative Analysis For Management, Eleventh E. Prentice Hall, 2012.
[10] D. Oktarina and J. Halim, “SISTEM INFORMASI PENJUALAN DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI RFID Dwi,” Riau J. Comput. Sci., vol. 3, no. 2, pp. 146–155, 2017.

Diterbitkan

2019-12-17

Terbitan

Bagian

Articles