Penerapan Naive Bayes Untuk Mendiagnosa Cedera Kaki Pada Atlet Taekwondo
Kata Kunci:
Naïve Bayes, Diagnosa, Cedera kaki, taekwondoAbstrak
Cedera adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh karena suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera merupakan
rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal diakibatkan karena keadaan patologis. Cedera juga merupakan kerusakan fisik yang terjadi ketika tubuh
manusia tiba-tiba mengalami penurunan energi dalam jumah yang melebihi ambang batas toleransi fisiologis atau akibat dari kurangnya satu atau lebih
elemen penting seperti oksigen.Cedera kaki meskipun ringan sebaiknya jangan di abaikan. Karna cedara kecil yang diabaikan bertahun-tahun dampaknya
akan terasa setelah jangka Panjang. Sebagian besar masalah pada kaki ini terbilang kronis, cedera kaki yang terus dibiarkan tanpa melakukan
penanganan bias mempengaruhi posisi tulang. Tulang yang terganggu akan menyebabkan otot-otot sekitarnya meradang,karena otot dikelilingi oleh
membran yang ketat maka kondisi ini bias menghambat suplai darah yang pada kasus terburuk mengakibatkan kematian otot (necrosis). Namun masih
banyak masyarakat belum begitu paham bagaimana cara mengatasi cedera kaki, oleh karena itu, peneliti merancang Sistem Pakar Diagnosa cedera kaki
menggunakan metode Naïve Bayes untuk mempermudah msasyarakat mendapatkan informasi mengenai cedera kaki dan mendapatkan solusi untuk
mengatasinya. Dengan adanya sistem ini dapat membantu masyarakat dalam mengetahui cedera kaki dengan mudah
Unduhan
Referensi
and J. Jaroji, “Aplikasi sistem pakar diagnosis
penyakit ispa berbasis speech recognition
menggunakan metode naive bayes classifier,â€
Digit. Zo. J. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 8, no.
1, pp. 58–70, 2017, doi:
10.31849/digitalzone.v8i1.629.
[2] M. A. Shen, Li , Farid, Hany, Mcpeek,
“pengetahuan kader UKS tentang perawatan
cedera sebelum dan sesudah pendidikan
kesehatan,†Evolution (N. Y)., pp. 1–14, 2008.
[3] M. Minarni and P. Irawan, “Implementasi Metode
Naive Bayes Untuk Diagnosa Penyakit Lambung,†J. TeknoIf, vol. 7, no. 2, p. 115, 2019,
doi: 10.21063/jtif.2019.v7.2.115-123.
[4] M. Siddik, Hendri, R. N. Putri, Y. Desnelita, and
Guestientiedina, “Klasifikasi Kepuasan
Mahasiswa Terhadap Pelayanan Perguruan Tinggi
Menggunakan Algoritma Naïve Bayes,â€
INTECOMS J. Inf. Technol. Comput. Sci., vol. 3,
no. 2, pp. 162–166, 2020.
[5] D. Ayuningsih and N. A. Hasibuan, “Sistem
Pakar Mendiagnosa Kerusakan Pada Mesin
Penggilingan Padi Menggunakan Metode Naive
Bayes,†J. JURIKOM (Jurnal Ris. Komputer),
vol. 5, no. 4, pp. 371–376, 2018.
[6] J. Sulaksono and Darsono, “Sistem pakar
penentuan penyakit gagal jantung menggunakan
metode naive bayes classifier,†Semin. Nas.
Teknol. Inf. dan Multimed. 2015, pp. 6–8, 2015.
[7] I. Candra Dewi, A. Andy Soebroto, and M. Tanzil
Furqon, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi
Potong Dengan Metode Naive Bayes,†J.
Enviromental Eng. Sustain. Technol., vol. 2, no.
2, pp. 72–78, 2015, doi:
10.21776/ub.jeest.2015.002.02.2.
[8] T. Zurita, “Curriculum vitae Curriculum vitae
Curriculum vitae Curriculum vitae,†Cv, vol. 16,
no. loker, pp. 28–30, 2008.
[9] I. K. Semarayasa, “Pencegahan Dan Penanganan
Cedera Pada Atlet Sepak Takraw,†FMIPA
Undiksha, vol. 4, pp. 282–288, 2014.
[10] N. Simatupang, “Pengetahuan Cedera Olahraga
Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahrgaan
UNIMED,†J. Pedagog. Keolahragaan, vol. 02,
no. 01, pp. 31–42, 2016.
[11] I. B. Fauzi, “Klasifikasi Cedera, Pemahaman
Penanganan, Dan Lokasi Cedera Pada Saat
Latihan Penari Sanggar Omah Wayang
Kabupaten Klaten Tugas,†J. Chem. Inf. Model.,
2017.


