Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Variable Centered Intelligent Rule System (VCIRS)
Kata Kunci:
Sistem Pakar, Penyakit Pencernaan, Metode Variable Centered Intelligent Rule System, Certainly FactorAbstrak
Kesehatan kulit sangatlah penting bagi manusia, tetapi masih banyak dari masyarakat yang sering mengabaikan kesehatan kulit karena
masyarakat sering menganggap remeh penyakit ini. Penyakit kulit di Indonesia pada umumnya lebih banyak disebabkan karena infeksi bakteri,
jamur, virus, dan karena dasar alergi, berbeda dengan negara Barat yang banyak dipengaruhi oleh faktor degeneratif. Faktor lain penyakit kulit
adalah kebiasaan masyarakat dan lingkungan yang tidak bersih. Penyakit kulit dan jaringan subkutan (penyuntikan obat ke dalam jaringan ikat
longgar dibawah dermis )merupakan 10 besar penyakit rawat jalan di Rumah Sakit tahun 2010 dengan total ada 247.179 kasus, dengan
persentase 60,77%. Namun masi banyak masyarakat belum begitu paham bagaimana cara mengatasi penyakit kulit, oleh karena itu, peneliti
merancang Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit menggunakan metode Variable Centered Intelligent Rule System untuk mempermudah msasyarakat mendapatkan informasi mengenai penyakit pencernaan dan mendapatkan solusi untuk mengatasinya. Dengan adanya sistem ini,
diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengetahui penyakit pencernaan dengan mudah. Dan dengan adanya metode Certainly Factor
masyarakat tau berapa nilai kepastian persentase untuk penyakit kulit yang diderita masyarakat.
Unduhan
Referensi
Rule System,†JUTI J. Ilm. Teknol. Inf., vol. 6, no. 1, p. 11, 2007, doi: 10.12962/j24068535.v6i1.a182.
[2] D. Agustina, H. Mustafidah, and M. R. Purbowati, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Akibat Infeksi Jamur ( Expert System to Diagnose of Skin Disease Due to Fungal Infections ),†Juita Issn 2086-9398, vol. IV, no. 2, pp. 67–77, 2016.
[3] F. Nuraeni, Y. H. Agustin, and E. N. Yusup, “Aplikasi Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Kulit Menggunakan Metode Forward Chaining Di Al Arif Skin Care Kabupaten Ciamis,†Semin. Nas. Teknol. Inf. Dam Multimed., pp. 6–7, 2016, [Online]. Available: https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1310.
[4] S. Yastita, Y. D. Lulu, and R. P. Sari, “Sistem Pakar Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web,†Semin. Nas. Inform., vol. 2012, no. semnasIF, pp. 54–61, 2012.
[5] I. H. Santi and A. I. Septiawan, “Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Dalam Mendiagnosis Penyakit Kulit,†Antivirus J. Ilm. Tek. Inform., vol. 12, no. 1, pp. 1–12, 2018, doi: 10.35457/antivirus.v12i1.438.
[6] H. Nopriandi, “Perancangan Sistem Informasi Registrasi Mahasiswa,†J. Teknol. Dan Open Source, vol. 1, no. 1, pp. 73–79, 2018, doi:
10.36378/jtos.v1i1.1.
[7] Y. A. Binarso, E. A. Sarwoko, and N. bahtiar Ba, “Pembangunan Sistem Informasi Alumni Berbasis Web Pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Diponegoro,†J. Informatics Technol., vol. 1, no. 1, pp. 72–84, 2012, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/joint/article/vie w/434.
[8] S. Pebrianto, “Pembangunan Sistem Informasi Perpustakaan Pada Perpustakaan Umum Kabupaten Pacitan,†Sentra Penelit. Eng. dan Edukasi, vol. 2, no. 2, pp. 43–47, 2010, doi: 10.3112/speed.v2i2.1255.
[9] R. Kusumawati, “Kecerdasan Buatan Manusia (Artificial Intelligence); Teknologi Impian Masa Depan,†ULUL ALBAB J. Stud. Islam, vol. 9, no. 2, pp. 257–274, 2018, doi: 10.18860/ua.v9i2.6218.
[10] L. Wahyuni and S. Darma, “Sistem pakar mendiagnosa penyakit tanaman kelapa sawit dengan metode certainty factor,†Informatika, pp. 122–127, 2014.


