INTEGRASI AKUNTANSI FORENSIK DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA WAGE

Authors

  • Nazwa Prames Anandhita Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Shinta Triana Putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Ridho Tri Fitono Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Hastanti Agustin Rahayu Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35145/kurs.v10i2.5654

Keywords:

Digital Technology, Forensic Accounting, Transparency, Accountability, Siskeudes, Teknologi Digital, Akuntansi Forensik, Transparansi, Akuntabilitas

Abstract

This study aims to analyze the integration of digital technology and forensic accounting in strengthening financial transparency and accountability in village governance, with Wage Village, Sidoarjo, as the case study. A descriptive qualitative approach was used through interviews, observations, and documentations involving village officials directly responsible for financial management. The findings indicate that the implementation of the Village Financial System (Siskeudes) significantly enhances efficiency, accuracy, and data security through structured electronic recording and a clear audit trail. However, several challenges remain, including overlapping applications from different government institutions, the risk of public misinterpretation of digital financial data, and the limited understanding of forensic accounting among village officials. In fact, forensic accounting has strong potential to support early detection of irregularities, analyze transactions patterns, and strengthen investigative oversight mechanisms. The integration of digital system and forensic approach supported by adequate human resource capacity is expected to reinforce village financial governance based on transparency, accountability, and long-term sustainability.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi digital dan akuntansi forensik dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, dengan studi kasus di Desa Wage, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan perangkat desa yang berwenang dalam pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital terutama melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) telah mempermudah proses pencatatan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan secara lebih efisien, akurat, dan aman. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa tumpang tindih beberapa aplikasi dari berbagai instansi pemerintah serta potensi salah tafsir atas data keuangan yang diakses publik sehingga berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa. Selain itu, pemahaman perangkat desa terkait akuntansi forensik masih terbatas, namun memiliki potensi besar sebagai instrumen deteksi dini terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dengan pendekatan akuntansi forensik berperan penting dalam memperkuat sistem pengawasan dan kontrol terhadap pengelolaan keuangan desa untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Nazwa Prames Anandhita, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mahasiswa Aktif

Ridho Tri Fitono, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mahasiswa Aktif

Hastanti Agustin Rahayu, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dosen department Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

References

Amelia, Y., Rizal, M., & Amelia, R. (2024). Masa depan Kecerdasan Buatan dalam Akuntansi Forensik. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 1(4), 151–156. https://doi.org/10.62383/jkm.v1i4.859
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (2018). Manual Operasi Aplikasi Siskeudes 2.0.
Friyani, R., Yudi, Nurhayani, Faruk, A., Savitri, R., & Furnawati, R. (2023). Effect of Use of Information Technology , Accounting Information Systems , Internal Control Systems and Competence for Village Fund Management Accountability. 11(9).
Julia, H. N. (2025). Technology Acceptance Model on Village Financial System in Minimizing Fraudulent Practices by Village Apparatus. International Journal of Research in Community Services, 6(1), 54–58. https://doi.org/10.46336/ijrcs.v6i1.862
Lay, M. J. C. R., & Karno. (2025). Transparency and Accountability in Village Financial Management to Improve Community Welfare : An Analysis of Village Development Trends in Indonesia. 3(2), 1–5.
Suryani, I. D. R., Kurniawati, E., Wulan, G. A. N., & Dinniah, H. C. (2021). Konseptualisasi Peran Teknologi Informasi Dalam Praktik Audit Untuk Membantu Pengungkapan Fraud Di Indonesia. El Muhasaba Jurnal Akuntansi, 12(2), 138–156. https://doi.org/10.18860/em.v12i2.12070
Susanto, T. D., & Aljoza, M. (2015). Individual Acceptance of e-Government Services in a Developing Country: Dimensions of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use and the Importance of Trust and Social Influence. Procedia Computer Science, 72, 622–629. https://doi.org/10.1016/j.procs.2015.12.171
Trisnawati, R., Ahyani, F., & Ulfiati, N. (2020). Determinants of the Quality of Village Financial Statements and the Implementation of SISKEU S ISKEUDes Des as a Mediation Variables. JURNAL Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 5(3), 262–277.
Tuanakotta, T. M. (2019). Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Salemba Empat.

Published

2026-01-26