Penerapan Metode K-Means Clustering Dalam Perancangan Sistem Untuk Menentukan Jumlah Penjualan Obat Terbanyak
Abstract
Dalam pengelolaan data obat selama ini pihak apotek andes selalu menggunakan cara menghitung secara manual menggunakan catatan pada kwitansi dan catatan tulisan tangan. Maka daripada itu, muncul berbagai masalah dalam pengecekan obat. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan penilaian terhadap clustering data obat dengan merancang dan membangun sistem clustering data obat apotek andes menggunakan metode K-Means. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode K-Means dan dengan pemilihan atribut yang digunakan adalah variable data obat terjual dari data obat dapat digunakan sebagai pilihan dalam menyelesaikan masalah untuk menentukan clustering data obat pada apotek andes agar lebih dapat di berikan urutan pengelompokan data barang. Dari 100 data obat, setelah melalui proses clustering diperoleh 3 klaster menurut klasifikasi informasi yang didapatkan bahwa data obat yang termasuk dalam klaster 1 memiliki jumlah sebanyak 4 data, data obat yang termasuk dalam klaster 2 memiliki jumlah sebanyak 11 data, sedangkan data obat yang termasuk dalam klaster 3 memiliki jumlah sebanyak 85 data.


